Jumat, 30 Maret 2012

MINTA UANG DARI "ORTU"

1. Sebagai anak kita mempunyai hak untuk meminta uang dari ortu. Kita tentu membutuhkan uang utnuk uang sekolah, untuk alat tulis-menulis, buku-buku, transport, uang jajan, atau uang untuk pakaian sekolayh, masih lagi ada kebutuhan lainnya. Nah, sebagai orang muda kita harus sadar akan kondisi keuangan ortu kita. Jika ortu terbatas dalam hal finansial, tak perlu kita memaksakan ortu untuk memenuhi kebutuhan segera pada saar itu juga. Barangkali ortu kita lagi tak punya uang. Nah, kalau kita memaksakan, bukankah ortu kita harus meminjam uang pada orang. Malu kan kita! Mungkin kita perlu bersabar agar ortu mendapatkan uang baru bisa memenuhi kebutuhan kita.

2. Trus, tak perlu kita minta ortu membelikan kebutuhan yang maha-mahal. Memang gengsi terhadap teman lain amat mempengaruhi. Tetapi apakah kita akan makan gengsi itu? Bukankah uang yang kita minta dari ortu adalah hasil keringat orang tua yang membanting tulang siang dan malam untuk membiayai kebuthan kita ? karena itu, puaslah dengan hal-hal yang sederhana, tak perlu mahal-mahal, yang penting telah memenuhi kebutuhan kita. Hindarilah hal-hal lux yang tak perlu seperti handphone atau fasilitas lain yang mengeluarkan banyak uang. Hindarilah pesta-pesta atau jajan yang berlebihan, yang memboroskan uang. Pun jika ortu kita adalah orang yang berada, apakah sikap pemborosan harus kita miliki? Tidakkah sejak awal kita orang muda harus memupuk penghematan dan belajar untuk maju ?


3. Jika perlu, orang muda bisa kreatif untuk magang sana sini agar bisa membantu orang tua mendapatkan uang. Kerap hambatan utama adalah malu atau tak berpengalaman. Nah, justru rasa malu itulah yang harus dikikis, agar sejak awal kita sudah bisa mendapatkan apa-apa yang berarti. Soal tak berpengalaman mungkin ada, tetapi inilah saatnya untuk belajar, agar cepat mendapatkan ketrampilan apa saja yang cocok, yang akan membantu kita dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar